Bogor (Koran
kobar)- Sesudah memberi pembekalan kepada para kadernya, didampingi para
petinggi partai dari Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Komisi Pengawas, anggota
Fraksi di DPR sampai pengurus DPP dan DPD di kediaman pribadinya di Cikeas,
Jawa Barat, Minggu malam Presiden SBY curhat, berkeluh kesah merasaa terancam
dengan demonstrasi anti kenaikan harga BBM yang marak akhir-akhir ini. Ia
beranggapan unjuk rasa telah melampaui batas etika, liar, tidak beradab. misal:
meneriakkan kata-kata maling kepada presiden dan pejabat atau kader politisi
democrat dengan speaker yang volumenya memekakkan telinga, pembakaran dan
pembantingan foto presiden,
Ketika
curahan hati itu dikumandangkan dengan ujung tombak pers dimulai dengan
kalimat kehormatannya sebagai kepala Negara symbol bangsa telah diusikdan
diancam. Munculah berbagai pemikiran dan perasaan pembelaan dan
simpati dari masyarakat melihat SBY yang dikesankan telah menjadi korban
kedzaliman para demonstran.
Strategi Presidan. "soal Curahan Hati"
Presiden ini dari dulu memang telah beberapa kali punya perasaan sensitive. Jika dikritik sedikit maka jawabannya berkeluh kesah dihadapan rakyatnya bahkan seringkali membuat puisi dan album musik, sudah empat album yang diluncurkan.
Dia sangat cerdas mencitrakan dirinya karena Banyak rakyat Indonesia menganggap SBY sebagai presiden yang santun sehingga jika siapa saja yang akan mengkritiknya akan mudah diposisikan sebagai pihak yang jahat.
Strategi Presidan. "soal Curahan Hati"
Presiden ini dari dulu memang telah beberapa kali punya perasaan sensitive. Jika dikritik sedikit maka jawabannya berkeluh kesah dihadapan rakyatnya bahkan seringkali membuat puisi dan album musik, sudah empat album yang diluncurkan.
Dia sangat cerdas mencitrakan dirinya karena Banyak rakyat Indonesia menganggap SBY sebagai presiden yang santun sehingga jika siapa saja yang akan mengkritiknya akan mudah diposisikan sebagai pihak yang jahat.
Presiden
juga selalu mengingatkan bahwa pada masanya semuanya jauh lebih baik dan
tertata dan kalaupun kondisi Indonesia belum optimal seperti yang diharapkan akibat terjadinya akumulasi dari penyimpangan rezim sebelumnya.
Apa yang dilakukan Presiden SBY dengan curhat dalam menghadapi kritik itu adalah model yang paling tepat untuk merekayasa opini supaya dia selamat dari hujatan kesalahan kebijakannya.
Aneh teriak aneh
Jika kita hendak berbicara tentang peran demonstrasi yang selalu didengungkan oleh pemerintah dalam hampir rata-rata setiap pidatonya adalah liar dan mengancam, maka suatu pertanyaan hendak dilontarkan balik kepada pemerintah: “apakah demokrasi yang dipraksiskan saat ini merupakan demokrasi bagi pemenuhan tuntutan masyarakat?” Jawabannya adalah Liar karena ketidakjujuran pemerintah bahwasanya demokrasi saat ini adalah demokrasi-nya kaum Neo Liberal, mereka adalah antek2nya, maka jadinya Aneh teriak aneh. "rakyat lapar dibilang makar, rakyat yang terancam dituduh mengancam".
tertata dan kalaupun kondisi Indonesia belum optimal seperti yang diharapkan akibat terjadinya akumulasi dari penyimpangan rezim sebelumnya.
Apa yang dilakukan Presiden SBY dengan curhat dalam menghadapi kritik itu adalah model yang paling tepat untuk merekayasa opini supaya dia selamat dari hujatan kesalahan kebijakannya.
Aneh teriak aneh
Jika kita hendak berbicara tentang peran demonstrasi yang selalu didengungkan oleh pemerintah dalam hampir rata-rata setiap pidatonya adalah liar dan mengancam, maka suatu pertanyaan hendak dilontarkan balik kepada pemerintah: “apakah demokrasi yang dipraksiskan saat ini merupakan demokrasi bagi pemenuhan tuntutan masyarakat?” Jawabannya adalah Liar karena ketidakjujuran pemerintah bahwasanya demokrasi saat ini adalah demokrasi-nya kaum Neo Liberal, mereka adalah antek2nya, maka jadinya Aneh teriak aneh. "rakyat lapar dibilang makar, rakyat yang terancam dituduh mengancam".
Berikut
karakter pemerintah di republik ini yang terlalu munafik tanpa pernah berkaca
kepada dirinya sendiri. Bahwasanya apa yang telah diperbuat oleh mereka
(pemerintah) kepada rakyatnya, Pertama, takluk kepada Kontrak-kontrak karya
baik di Pertambangan dan kehutanan serta lainnya dengan berbagai pihak apakah
pihak luar negeri ( Freeport, newmont, Exxon dll ) dan cukong swasta dalam
negeri, kedua,Korupsi semakin marak dan lemah dalam penegakan hukumnya. Serta
yang terbaru adanya rencana kenaikan harga BBM. Faktanya –ketika sumber daya
alamnya habis, rakyat dilokasi dan mayoritas bangsa Indonesia tidak merasakan
kenikmatannya malahan yang dirasakan kerusakan alamnya dan bibit perpecahannya.
Ini juga harus dipertanggung jawabkan dan sebagai landasan untuk melakukan
negoisasi ulang kontrak karya .
At last but not least, Aparat Negara gaya hidupnya inginnya mewah-mewahan ( pengadaan mobil dinas, pesawat kepresidenan dll ) tetapi harus mengeksploitasi dana anggaran Negara. Maling duit rakyat dengan akal –akalan kebijakan sehingga tidak akan pernah bisa disentuh oleh Hukum
At last but not least, Aparat Negara gaya hidupnya inginnya mewah-mewahan ( pengadaan mobil dinas, pesawat kepresidenan dll ) tetapi harus mengeksploitasi dana anggaran Negara. Maling duit rakyat dengan akal –akalan kebijakan sehingga tidak akan pernah bisa disentuh oleh Hukum
Terkait
dengan itu semua, Apapun pendapat kita syah saja karena Eranya Demokrasi
seperti yang diajarkan pemerintah adalah neo liberal, tetapi yang paling
penting kami harus punya dasar yang kuat dan dalam rangka menjadikan Indonesia
keluar dari persoalan yang melilitnya. Jadi jika symbol kerbau untuk
melambangkan kelambanan mister president atau teriakan maling atau sebutan
lebay, itu memang benar, please dech, jangan cengeng!!!(Dykky/Sukarno)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar