Jakarta (Koran Kobar)- Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM
hari ini diliput oleh sekitar ratusan wartawan media nasional, aksi ini juga
diliput media dari berbagai negara.
Saat aksi
berlangsung, terjadi kekerasan terhadap wartawan oleh pihak kepolisian, saat
meliput aksi ujuk rasa tersebut. Beberapa orang polisi disaksikan rekan
wartawan lainnya, memaksa salah seorang wartawan stasiun televisi, untuk
menyerahkan kamera hasil liputannya. Para wartawan juga sempat menjelaskan
kepada polisi bahwa rekan Budi Hartono itu adalah wartawan TV One, namun polisi
tetap memaksa, Andi Hartanto untuk menyerahkan kameranya.
“Saya
dipaksa untuk menyerahkan kartu memory kamera hasil liputan saya, dan KTA saya
diambil juga secara paksa, pada hal saya sudah menjelaskan, bahwa saya wartawan
dan saya juga sudah menggunakan atribut seragam,”jelas Andi.
Budi
menjelaskan, saat itu ia mengambil gambar salah seorang mahasiswa yang dipukuli
oleh polisi beberapa orang polisi, yang kemudian mahasiswa itu langsung dibawa.
“Tidak lama setelah itu, beberapa orang polisi dan seorang anggota Provos
mendatangi saya, dan langsung memaksa saya untuk menyerahkan kartu memory yang
ada dikamera saya, saya sempat menolak, namun saya terus didesak, akhir memory
kamera saya tetap diambil paksa oleh polisi,”ungkapnya. (Dykky/Karno)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar