PDI PERJUANGAN DAN GOLKAR MASIH KEKEUH TOLAK HARGA BBM NAIK OLEH TIO SUKANTO
Jakarta (Koran Kobar)- Dua fraksi dalam Badan Anggaran yaitu PDIP dan Golongan Karya
masih menolak tegas rencana penaikan harga BBM bersubsidi mulai 1 April 2012.
"Saya tidak menyepakti kenaikan harga BBM ini,
dengan alasan yang dicari-cari pemerintah. Karena penghitungan yang kita lihat
pemerintah tidak perlu menaikan harga BBM subsidi ini hanya untuk mencari
defisit angka Rp60 triliun," papar Anggota Badan Anggaran dari Fraksi
Golongan Karya Bambang Soesatyo dalam rapat kerja Banggar dengan pemerintah
terkait subsidi BBM, di Gedung DPR, Jakarta
Sabtu (24/3/2012).
Menurut Bambang, kenaikan harga BBM subsidi hanya
akan memberatkan penderitaan rakyat miskin saja. Di sisi lain, ia mengatakan
bahwa defisit anggaran sebenarnya bisa ditutup dengan memanfatkan Sisa Lebih
Perhitungan Anggaran (Silpa) dan pengurangan belanja pemerintah.
"Ongkos yang ditanggung pemerintah lebih mahal
dengan menaikan harga BBM ini, daripada memberikan iming-iming melalui BLSM
Rp150 ribu per bulan selama 9 bulan," ujar dia.
Sedangkan Anggota Banggar dari Fraksi PDIP Dolfi
menilai bahwa pemerintah tidak bisa sembarangan menaikan harga BBM bersubsidi
serta memberikan beberapa kompensasi kepada masyarakat kelas menengah ke bawah,
seperti BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat). Pasalnya, pemberian
bantuan tersebut tidak berdasarkan fakta nyata kepada rakyat miskin.
"Tidak benar rakyat miskin Indonesia memiliki
mobil dan sepeda motor, itu data dari mana. Kalau memang rakyat miskin
Indonesia sudah pada memiliki mobil, berarti tingkat kesejahteraan masyarakat
Indonesia sudah tinggi dong," ujar Dolfi menyindir. (Dykky/Sukarno)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar