MEMANG DEMIKIAN YANG DIKEHENDAKI PEMERINTAH!! REVOLUSI KEDAULATAN RAKYAT
Jakarta (Koran Kobar)- Dewi Aryani
anggota Komisi VII DPR-RI, mengatakan jutaan manusia Indonesia sekarang seperti
menghitung hari. Tanggal 1 April seolah keramat dan 'kiamat'. Bagaimana tidak,
tanggal itu akan menjadi penentu rakyat makin tertindas, marah, kecewa dan
mungkin murka kepada pemerintahnya sendiri.
Ditambahkannya, berbagai kajian rasional, hitungan
matematis, solusi-solusi implementatif hingga teori-teori ekonomi dan kebijakan
publik tidak cukup membuat pemerintah memahami betapa kebijakan menaikkan BBM
hanya menjadi bukti sejarah bahwa pemerintah tak lagi punya intelektualitas
politik dan tak punya kedalaman nurani. Rakyat berbagai kelas dan strata sosial
tidak menjadi fokus pengelolaan kebijakan dan tata kelola negara yang benar
terutama sumber daya alamnya.
"Energi sebagai lokomotif dan nyawa
perekonomian tidak dikelola dengan arif. Bahkan konstitusi juga di terjang
habis oleh pemerintah. Harusnya sejak dulu sektor energi di skenariokan sebagai
leading sector berbagai proses pembuatan kebijakan sehingga semuanya
terintegrasi secara baik, saling mendukung, berkesinambungan dan dapat
memberikan support produktifitas dan kinerja menuju kesejahteraan rakyat."
Jelas politisi dari PDI Perjuangan dalam rilisnya kepada Seruu.com via BBM,
Jumat (23/03/2012).
Menurut alumni Universitas Airlangga ini, demo
sudah di lakukan dan bahkan akan terus dilakukan oleh buruh, masyarakat umum,
petani, pedagang hingga mahasiswa dan segala kalangan.
"Jika pemerintah pada akhirnya akan tetap
menaikkan harga BBM, maka REVOLUSI bisa saja terjadi. Pemerintah hrs waspada,
dan legowo mengakui kegagalannya, dan segera mengembalikan kedaulatan rakyat
dgn mencabut rencana konyol menaikkan harga BBM." Tandasnya. (Dykky/Sukarno)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar